SKU:

Tentang Seniman :

 

Dona Prawita Arissuta adalah pengkramik, karya-karya yang dihasilkan baik dua dimensi ataupun tiga dimensi selalu ada material keramik yang digunakan. Berdomisili di Yogyakarta, selain itu juga sebagai staff pengajar di fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret Surakarta. Beberapa tahun ini menekuni craft produk seperti tableware dan perhiasan keramik dengan brand Kalani Art Project. Sudah banyak perhelatan seni rupa baik dalam negeri maupun luar negeri yang telah diikuti. Dona juga beberapa kali menjuarai kompetisi seni rupa baik sebagai finalis ataupun semi finalis.

Tentang Karya :

"Temu Rose"

Dalam wikipedia filosofi Jawa temu Rose berarti 'Temu' yang berarti berjumpa, ketemu, ros-e'. 'Ros' yang berarti urat, dalam hal lain ini adalah urat daun. Sirih temu rose adalah sirih yang urat daunnya (tulang-tulang daun) bertemu kedudukan ruasnya; sehingga bentuknya simetris.

Daun sirih (bersyarat temu rose) dalam tradisi Jawa sangat penting perannya, sebagai ugo rampe dalam upacara-upacara adat seperti pernikahan, kelahiran. Dipercaya juga sebagai medium penolak bala, media penyembuh untuk para dukun, di daerah pedesaan sirih juga digunakan sebagai obat, ketika bayi rewel daun sirih diletakkan di dahinya, ketika mimisan (darah keluar dari hidung) daun sirih dibuat lintingan dan dimasukan ke hidung.

penggunaan daun sirih pada ritual pernikahan mengandung makna mendalam. Daun sirih dipercaya memiliki kekuatan untuk menangkal gangguan jahat. Selain itu, ciir khas daun sirih yang ruas-ruas daunnya tidak terputus, melainkan melingkar menjadi simbol dan harapan bahwa perkawinan mempelai juga akan langgeng dan tak terputus. Daun sirih mempunyai makna ngangsu kaweruh (menimba ilmu) pengantin diharapkan saling belajar mengenai satu sama lain, kemudian saling mencintai dan bertemu menjadi satu (temu rose).

Temu Rose, ketemu rasanya, ketemu porosnya, ketemu intinya, ketemu iramanya, ketemu pandangannya. Setiap perumpamaan diharapkan mampu menemukan kediriannya, mampu menemukan rasa dalam kehidupannya (rasa persaudaraan, rasa kasih sayang, rasa mencintai, rasa welas asih) yang pada akhirnya mampu menjalani kehidupan yang menyatu dan bertemu.

Project ini saya membayangkan akan membuat lukisan mix dengan keramik, di mana salah satunya terdapat objek perempuan-perempuan yang berbeda (ras, suku, bangsa) yang saling bertemu (rasa, pemikiran/visi/misi) untuk dunia yang lebih indah bagi semua makhluk hidup.

Residensi :

> Antena Project, studio Entang Wiharso, Kalasan Yogyakarta (3 bulan, 2005).

> Nafa’s Residency Indonesia-Malaysia-Singapore, ( 3 bulan, 2013).

> Pulau Ketam International Art Festival, Malaysia. (2 minggu, 2016).

Exhibition :

> Pameran Virtual UOB, 6 febuari 2021

> Pameran “Sejangkauan Tangan”, Ruang Seni Sayap, Cepit, Sewon Bantul, Yogyakarta. 10 Maret
-10 April 2021.

> “The Life of Spices” Art Exhibition International Women's Day  Commemoration, The Phoenix Hotel Yogyakarta M Gallery, 27 maret-9 April 2021.

> Pameran YMMJ (Yayasan Mitra Museum Jakarta) peduli covid 19

> Pameran peduli covid 19 (COLOURS OF HOPE) galeri Artxchange

> Fight covid 19, international Virtual Digital Art Exhibition, ASEDAS
(Asean Digital ArtSocciety), 6 june – 6 sept 2020.

> Bumbon Project 7 “Obah Gumegrah” (Dinas Kebudayaan DIY)

> KSDT 2020 ( Korea Society of Design Trend) Internasional design
trend 2020. Korea Design Centre, Yanghyeon-ro, Bundang-gu,
Gyeonggi-do, Republik Of Korea.

> Pameran dari Rumah (dari rumah menuju Indonesia dan Dunia), Kemenparekraf

> “Ten And Under” (10 artists) SAL Project

> Pameran Daring Solidaritas Perupa Indonesia Lawan Corona (Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan).

> “From The Trenches one Day Less one More Design, Design On Fire, Association of
Catalonia, Barcelona, 2020.

> Manifesto VII “pandemic” Galeri Nasional Indonesia (8Agusuts 2020)

> “Virtue” The 8 TH anniversary of Abdurrahmand Wahid Center for Peace and
Humanities Universitas Indonesia (AWCPH-UI).

> 2020 The 9 Th , Namwon International Ceramic Art Research exhibitation” Namwon Art Centre,
youngjung-gil 1, Namwon-si, jeollabuk-do, South Korea

> Nandur srawung #7 2020 WIWITAN : RESTART!, Taman Budaya Yogyakarta’.

> Pameran Bumbon Project#6, “Nuture” Galari Katamsi ISI Yogyakarta.

> Pameran Seni Rupa Nusantara 2019, “ Kontraksi” Pasca tradisionalisme, Galeri Nasional
Indonesia.

> Pameran “Nguwongke” Kembulan #2, galeri Kali Opak Yogyakarta.

> Pameran Kosen” Bentara Budaya Yogyakarta

> Delapan puluh nan Ampuh (tribute to OHD), NalaRoepa

> Pameran Nandur Srawung #6 Taman Budaya Yogyakarta

> “2019 The eight Namwon International Ceramic Art Research exhibitation” Namwon Art Centre, youngjung-gil 1, Namwon-si, jeollabuk-do, South Korea

> KSDT (Korea Society of Design Trend) Internasional design trend 2019. Korea Design Centre,
Yanghyeon-ro, Bundang-gu, Gyeonggi-do, Republik Of Korea.

> Pameran "Temperature Affect"Seeing Self, Observing Others" Musium Seni Rupa dan Keramik,
Jakarta.

> Pameran Bumbon #4, "Pengilon", Bentara Budaya Yogyakarta

> Pameran kelompok Akar Tumbuh, “Temu Rose”, Green House Yogyakarta.

> Project Bumbon#5, re-racik, bale banjar Sangkring Yogyakarta

> Pameran tunggal “Cosmic Turn” Miracle Art prints Yogyakarta

> KSDT (Korea Society of Design Trend) Internasional design trend 2017. Korea Design Centre,

>Yanghyeon-ro, Bundang-gu, Gyeonggi-do, Republik Of Korea.
Pameran Senirupa Affordable Art Fair, F1 Pit stop, Singapura. With Art Exchange Gallery.

> Lost &Found, Bumbon Project #3, Art Merdeka, pararel event Biennale Jogja
Pameran Nandur Srawung, Budaya Jogja, budaya adiluhung, Taman Budaya Yogyakarta.

> Pameran "Ilang Semar" Bentara Budaya Yogyakarta.
Pameran #Purba", drawing, miracle Print, Yogyakarta.

> Pameran "Kecil itu Indah, After Edwin gallery" Miracle Print, Yogyakarta.

> Pameran Nusantara "Rest-Area", Galeri Nasional, Jakarta.

> Pameran bersama "jalan dua pekan" Bentara Budaya Yogyakarta.

> Pameran Bumbon project #2, Balai banjar, Sankring Art Space

> Pameran Whart Art Now, galery Art Exchange, Singapura.

> KSDT (Korea Society of Design Trend) Internasional design trend 2016, Korea Design Center,

> Yanghyeon-ro, Bundang-gu, Gyeonggi-do, Republik Of Korea.

> Pameran “Green Cicle’ gedung Alumni UNS, Surakarta

> Pameran ceramic “ Celcius 2016” USM, malaysia

> Pameran bazaar art Indonesia, The Ritz Carlton pacific place, jakarta, Agustus 2016

> Pameran "whart Now? Jogja gallery, 15-29 september 2016

> Pameran "wart Now" gallery Prima, balai berita , kuala lumpur Malaysia, 12-23 Oktober 2016

> Pameran “Urip mung mampir ngombe” Langit Art Space, Yogyakarta

> Pameran “Matja” Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-33, Jogja National Museum, 27-30 Juli 2015

> Pameran Seni Rupa “ Yogyakarta Renaissance, Sehari boleh gila” Galeri Tahun Mas,
Yogyakarta 2014

> Pameran keramik “membaca Bayat” PPKH Bulak Sumur UGM, Yogyakarta

> Pameran Seni Rupa DELAYOTA, Plaza Taman Sari Yogyakarta.

 > Pameran Nafa's Residency Cycle#2, Langgeng Art Foundation, Yogyakarta

> Pameran Alumni dan Jurusan Keramik ISI Yogyakarta “ Vacuum Cleaner”, Bentara Budaya, Yogyakarta

> Pameran 40 tahun Indonesia-Korea, Cassablanca, Jakarta

> Pameran “ Picturing Pictures”, Meseum Hong Chi Minh, Vietnam

> “Multeity in Unity” with Art Xchange Gallery, ION Art Gallery Singapore
> Pengajar Seni rupa, Galeri Nasional Jakarta.

> Pameran ART JOG 2013, “Maritime Culture” Taman Budaya Yogyakarta

> Pameran Nafa’s Residency Cycle#2, China-House in Penang Art Space I & II, Galeri Chandan @ Publika (25 july – 23 Agustus 2013).

> Pameran “Sahabat Kartika” musium Affandi

> Pameran “Dolanan #2#” Jogja National Museum, Yogyakarta
(S)MALLSERIES #2#, IAM (Independent Art Management),Yogyakarta

> Jakarta Biennale ke-14 (3 -15 Januari), mall Central Park, Jakarta.

> Pameran Seni rupa “Kembar Mayang” (6 April- 6 Mei 2012) Musium Haji Widayat, Mungkid Magelang.

> Pameran Perkumpulan Kebudayaan TRITURA , Taman Ismail Marzuki.

> Pameran Keramik, Museum Lukisan dan Keramik Jakarta

> “Origin of the World” , The Art House (at the Old Parliament) Singapore.

> “Diversity” Art Xchange Gallery Singapore.

> “kARTini: the power of women in art” Purna Budaya, Yogyakarta.

> “Tribute To Salvador Dali” Art Xchange Gallery Singapore.

> “Beastly of Indonesian Cotemporary art 2011” Cemeti Art House, Yogyakarta.

> “Ketika Tanah Berbicara” Bentara Budaya Yogyakarta

>“Beastly of Indonesian Cotemporary art 2011” organished by Cemeti Art Foundation in Salihara Gallery, Jakarta.

> “Cotemporary Ceramics Bienalle#1, Ceramic Art: In Between” Art Nort Space, Jakarta.

> “Inventory” Pesantren Kali Opak, Yogyakarta.

> “Woman Artis Carnival”, Orasis Gallery and House of Sampoerna, Surabaya.

> “Ilustration KOMPAS New paper 2009” Bentara Budaya, Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Malang, Bali.

> Exhibition “ Young sculpture competition ICC Pandaan, Surabaya.

> “Here, There and Everywhere” Ars Longa Jakarta.

> “ Art Vocacy” Galangan Kapal VOC, Jakarta.

> “Cotemporary Ceramics Bienalle#1, Ceramic Art: In Between” Art Nort Space, Jakarta.

> “Inventory” Pesantren Kali Opak, Yogyakarta.

> “Woman Artis Carnival”, Orasis Gallery and House of Sampoerna, Surabaya.

> “Ilustration KOMPAS New paper 2009” Bentara Budaya, Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Malang, Bali.

> Exhibition “ Young sculpture competition ICC Pandaan, Surabaya.

> “Here, There and Everywhere” Ars Longa Jakarta.

> “ Art Vocacy” Galangan Kapal VOC, Jakarta.


Customer Reviews

No reviews yet
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)