This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Cart 0

Congratulations! Your order qualifies for free shipping You are Rp 200 away from free shipping.
No more products available for purchase

Products
Pair with
Is this a gift?
Subtotal Free
Shipping, taxes, and discount codes are calculated at checkout

LUPA MENYIRAM TAMAN SENDIRI


SKU: ART-MSG-07056011563
Rp 9.500.000

TENTANG KARYA:

Judul Karya: Lupa Menyiram Taman Sendiri
Ukuran: 80 x 100 cm
Media: Acrylic On Canvas
Seniman: Mivetboi (Grup MSG Collective)

Deskripsi:
Lukisan ini adalah narasi visual tentang pengabaian diri di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Karya menggambarkan seseorang yang terlalu sibuk berinteraksi dengan dunia luar hingga melupakan “taman” batin dan kehidupan mental-spiritualnya sendiri. Tangga, botol, kursi, dan meja hadir sebagai simbol aspek diri, kehidupan, karier, dan perkembangan pribadi yang ada namun sering terlupakan demi memenuhi harapan orang lain dan lingkungan sekitar.

Description:
This painting is a visual narrative about self-neglect amid the hustle and bustle of modern life. The artwork depicts someone so absorbed in interacting with the outside world that they forget their inner “garden” and their own mental-spiritual life. Stairs, bottles, chairs, and tables appear as symbols of the self, life, career, and personal growth, present yet often overlooked in the pursuit of meeting the expectations of others and the surrounding environment.

 

TENTANG SENIMAN:

MSG Collective (Jakarta)
Dibentuk pada tahun 2022, MSG Collective merupakan kelompok seniman visual yang fokus pada pengalaman personal, emosi, dan dinamika kehidupan urban. Karya-karya mereka berfungsi sebagai arsip personal yang merekam perasaan, trauma, dan pertanyaan eksistensial. Dengan eksplorasi garis, bentuk, dan warna, MSG Collective menghadirkan praktik seni kontemporer yang menyoroti identitas, masalah hidup, dan kemungkinan transformasi pengalaman gelap menjadi sesuatu yang bermakna. Kolektif ini membawa perspektif yang reflektif dan emosional, sekaligus relevan dengan kehidupan kota modern.

Anggota:

    • Gani Gaber merupakan seniman dan desainer kreatif lulusan Desain Komunikasi Visual Trisakti University. Sejak 2017, ia aktif berpameran di berbagai galeri dan acara seni di Indonesia, termasuk pameran tunggal Me Voice (Trisakti University), Rupa-Rupa Molekul (2Madison Gallery), serta rutin berpartisipasi di Art Moments Jakarta bersama V&V Gallery.

    • Mivetboi merupakan seniman visual dari Jakarta yang merekam perasaan, pertanyaan, dan momen sehari-hari melalui garis, bentuk, dan warna. Karyanya mengajak penonton berhenti sejenak, merasakan, dan merenungkan cerita-cerita kecil yang kita bawa dalam diri.

    • Favian Ra merupakan seniman dan visual designer dari Jakarta yang karyanya menceritakan bagaimana pengalaman buruk dapat berubah menjadi sesuatu yang indah. Ia menekankan bahwa emosi, kesalahan, dan masalah adalah bagian dari kehidupan, dan cahaya hanya bisa hadir bersamaan dengan kegelapan tergantung cara kita menghadapinya.

    • Fildzayu merupakan seniman yang menciptakan karya puitis dan imajinatif, menangkap dunia yang terasa sepi namun penuh makna. Karyanya sering menampilkan momen-momen ganjil, seperti karnaval yang berputar tanpa henti, lanskap yang berubah, dan figur misterius, mengajak penonton merenungkan hal-hal yang hilang dan tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari.

    • Toxicmotel merupakan seniman visual yang menggabungkan estetika psychedelia, surealisme, dan glitch digital. Lukisan akriliknya menampilkan warna berani, citra mimpi, dan distorsi digital, menawarkan pengalaman visual imersif sekaligus menantang persepsi penonton.

    • Hagatara merupakan fotografer freelance yang berbasis di Jakarta. Lulusan Fotografi dari RMIT University, Melbourne (2010), karyanya mengeksplorasi sifat realitas yang terus berubah, menelusuri ketidakkekalan persepsi, dan ketegangan halus antara apa yang terlihat dan apa yang dirasakan.

[{"variant_id":"51330717909309" , "metafield_value":""}]

LUPA MENYIRAM TAMAN SENDIRI

Rp 9.500.000