MANTRA
- Description
TENTANG KARYA:
Judul Karya: Mantra
Ukuran: 70 x 130 cm
Media: Acrylic, Oil Pastel, and Colored Pencils on Canvas
Seniman: Findy Tia Anggraini (Grup NPC Nostalgic Playful Collective)
Deskripsi:
Karya ini adalah upaya menelanjangi rasa sakit tanpa perlawanan, sebagai pengakuan bahwa mencintai diri berarti berani diam dan mendengarkan. Luka-luka masa lalu diterima sepenuhnya, tanpa terburu-buru untuk sembuh, sehingga siklus penderitaan berhenti dan kekuatan diri perlahan menemukan jalannya kembali.
Description:
This artwork is an attempt to bare pain without resistance, as an acknowledgment that self-love means having the courage to be still and to listen. Past wounds are fully accepted, without rushing to heal, allowing the cycle of suffering to pause and inner strength to gradually find its way back.
TENTANG SENIMAN:
NPC "Nostalgia Playful Collective" (Jakarta)
NPC atau Nostalgia Playful Collective hadir sebagai laboratorium kreatif bagi perupa muda yang menggabungkan nostalgia dan unsur permainan dengan refleksi sosial. Kolektif ini menampilkan karya-karya yang terasa luwes, akrab, dan naratif, namun tetap kontekstual terhadap isu-isu seperti identitas, kecemasan generasional, relasi sosial, hingga absurditas kehidupan modern. Melalui ingatan personal dan budaya populer, NPC membuka ruang dialog baru mengenai cara generasi muda memandang dan merespons dunia di sekitarnya.
Anggota:
-
-
Antonio Reinhard merupakan seniman ilustrator peraih IBBY Honor List 2022 untuk ilustrasi Sutasoma, The Faithful Prince serta finalis Young Guns 23 pada 2025. Karyanya dipamerkan secara internasional, antara lain dalam 100+ ASIA x Dia.Lo.Gue di Shenzhen dan GAF x JICAF di Shanghai (2025), serta aktif berpartisipasi dalam JICAF sejak 2023.
-
Fanny Yahya merupakan pelukis yang aktif berpameran di berbagai ruang seni di Jakarta. Pada 2025, ia berpartisipasi dalam pameran seperti Lebar-Lebur Exhibition di Balai Pustaka, Pameran Kecil Itu Keren di Taman Ismail Marzuki, Takeaway Art #1, dan Sun Print Exhibition “Life Souvenir” di Toi Art Cafe.
-
Widya Ika Lestari merupakan perupa yang aktif berpameran di berbagai galeri dan ruang seni. Karyanya ditampilkan dalam pameran seperti Hidden Gem Food and Music dan JOMO Art Exhibition (Amuya Gallery, 2025), Titiktemu (Cianjur Creative Center, 2025), serta Sekar Abirupa (Jakarta, 2021–2022) dan Manunggal Exhibition (Jakarta, 2025).
-
Fariz Revansa merupakan pelukis yang aktif berpameran dan meraih berbagai penghargaan, di antaranya Juara 1 Lomba Lukis Rektor Cup UNJ (2024), Juara 2 Lomba Lukis Hidden Gem di Amuya Gallery (2025), serta Juara Favorit Lomba Lukis Nasional Erlangga Art Award (2023). Karyanya dipamerkan di berbagai ruang seni di Jakarta, termasuk Bellevue Art Space dan Museum Gajah.
-
Findy Tian merupakan pelukis yang aktif berpameran di berbagai kota di Indonesia. Karyanya ditampilkan dalam pameran seperti Bogor Illustration Fair Vol. 2 (2024), Illustration Wee Can Fest (2023), pameran tunggal Kucing (Malang, 2021), serta berbagai pameran di Bandung, Jakarta, Ubud, Malang, dan Pasuruan sejak 2018.
-
Shavira Mada merupakan seniman yang aktif berpameran di berbagai ruang seni di Indonesia dan peraih penghargaan pemenang zine festival Once Upon a Time dari Glasgow Zine Library, UK (2023). Karyanya ditampilkan di Museum Bahari, Taman Ismail Marzuki dalam rangka 50 Tahun Jakarta Biennale, serta galeri seperti Galeri Emiria Soenassa, Studio54, dan Galeri Cemara.
-
Khovifa Sangyan Budaya merupakan seniman lukis yang aktif berpameran dan meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Juara 2 Painting Competition Hidden Gem di Amuya Gallery dan Juara 3 Couple Painting Competition Park Serpong. Karyanya dipamerkan di berbagai ruang seni pada 2024–2025, termasuk Museum Indonesia, Taman Ismail Marzuki, Taman Budaya Jawa Tengah, Bellevue Art Space, dan Amuya Gallery.
-
Tiko Betus merupakan seniman yang aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran seni. Karyanya telah dipamerkan di ruang-ruang seperti Selasar Sunaryo (Bandung), Museum Bahari (Jakarta), Cemara 6 Gallery (Jakarta), serta sejumlah art space di Tangerang dan Bogor.
-
Jason Arifin merupakan ilustrator dan seniman visual peraih Rank C Rookie Awards untuk Motion Graphics di Amerika Serikat (2023). Ia berpartisipasi dalam berbagai pameran, termasuk Comic Frontier XIX–XX bersama Weepies Hut Jr. Collective di ICE BSD serta SCAD Fall Open Studio di Savannah, Georgia.
-
MANTRA
- Related products
- Recently viewed