HOC MANE SERENUM EST
- Description
TENTANG KARYA:
Judul Karya: Hoc Mane Serenum Est (2026)
Ukuran: 100 x 120 cm
Media: Acrilyc On Canvas
Nama Seniman: Tri Pamuji Wikanto (Tri Pandrong)
Deskripsi:
Karya ini mengangkat keindahan yang hadir melalui rasa puas, keteguhan hati, dan harapan dalam perjalanan kehidupan. Matahari yang bersinar terang menjadi simbol cahaya yang menerangi langkah serta awal dari hari yang penuh kemungkinan, sementara suasana malam merepresentasikan pencapaian, refleksi, dan harapan untuk menyambut masa depan.
Tekstur dalam karya ini terinspirasi dari Medali Santo Benediktus serta kaligrafi doa Bapa Kami, menghadirkan unsur spiritual yang melambangkan harapan akan keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan. Unsur doa dalam karya menjadi simbol harapan akan keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan.
Description:
This artwork elevates the beauty found through contentment, steadfastness, and hope along life's journey. The brightly shining sun serves as a symbol of light illuminating each step and the dawn of a day full of possibilities, while the night atmosphere represents achievement, reflection, and hope in welcoming the future.
The texture in this work is inspired by the Saint Benedict Medal and the calligraphy of the Lord's Prayer, presenting spiritual elements that symbolize hope for protection, blessing, and well-being. The prayerful elements in these works symbolize hope for safety, blessings, and well-being.
TENTANG SENIMAN:
Tri Pamuji Wikanto, dikenal juga dengan nama Tri Pandrong, adalah seorang seniman lulusan Program Studi Seni Lukis, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada tahun 2009. Sejak akhir tahun 2005, Tri mulai mengeksplorasi teknik digital dalam praktik seninya. Pada tahun 2011, ia mulai bereksperimen dengan penggunaan fosfor dan efek cahaya UV, menciptakan pengalaman visual yang unik dan imersif.
Ketertarikannya terhadap efek mimetik dari teknologi digital menjadi salah satu pencapaian artistiknya, terutama dalam pencarian posisi "di antara" antara yang realis dan yang abstrak, antara yang bisa dilihat dan yang bisa dirasa. Tri Pandrong pernah menjalani residensi seni di Belgia (2015) dan Korea Selatan (2016), serta telah menggelar tiga pameran tunggal di Jakarta (2009), Yogyakarta (2012), dan Melbourne (2014).
HOC MANE SERENUM EST
- Related products
- Recently viewed