Angga Yuniars (Yogyakarta)

Tentang Seniman :

Latar belakang akademis saya dari ISI Yogyakarta lulus tahun 2012 dan lanjut Sekolah Pascasarjana lulus tahun 2014 dengan minat jurusan secara linear Seni lukis di perguruan tinggi yang sama. Saya mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan menggambar baik manual/tradi- sional art maupun menggambar digital.


Dari usia remaja, saya sering mengikuti kegiatan kompetisi dan beberapa kali mendap- atkan penghargaan menggambar. Dari itu saya juga beberapa kali mendapatkan juara di ajang kompetisi yang diadakan oleh Brand alat gambar Internasional yaitu Faber-Castell hingga berlanjut saya memperoleh undangan khusus untuk berpameran dan support dari mereka, serta dari kesempatan itu akhirnya saya sering mendapat suplai alat dan bahan untuk berkarya maupun pameran, artist in residence. Saya sangat beruntung.


Di dunia bekerja, saya pernah mengerjakan project ilustrasi dan Mural di beberapa pe- rusahaan besar. Salah satunya Mural Project di Museum Chocolate Monggo, sebuah pe- rusahaan cokelat di Jogja. Kemudian Mural project di kantor-kantor cabang perusahaan Asuransi jiwa GENERALI, dan lain-lain. Saat ini aktif mengerjakan comission works baik painting, illustration book dari platform digital di pasar global.
Dalam konsep kekaryaan, saya memakai potongan mimpi sebagai ‘basic’ saya dalam menciptakan karya. Itu artinya narasi di dalam mimpi yang saya peroleh dalam tidur, saya jurnalkan menggunakan bahasa ilustrasi dan beberapa catatan kecil. Untuk kemudi- an ini bisa diolah kembali menjadi sebuah karya baru dengan multibahasa serta pengem- bangan bentuk kembali agar dapat menjadi sebuah karya seni yang indah.


Saya sangat menyukai perpaduan garis digabung dengan teknik watercolor (aquarel). Kemudian juga eksplorasi lintas media pun juga sering saya lakukan demi mendapatkan ide berkarya yang menarik. Seperti misal berkarya di media kayu dengan teknik cutout painting, dan lainnya.


Namun ketika memasuki masa pandemi, ditambah karena saya mempunyai anak balita, kegiatan bermain eksplorasi media yang berat-berat seperti di kayu itu harus terhenti. Dan sementara melakukan aktifitas berkarya di dalam rumah. Kertas dan kain kanvas menjadi pilihan yang efektif ketika bereksplorasi warna di dalam rumah yang sekaligus menjadi mini art studio kami. Saya pun membubuhkan konsep parenting ke dalam proses penciptaan karya saya.