CULTURE AND NATURE
- Description
TENTANG KARYA:
Judul Karya: Culture and Nature
Ukuran: 120 x 100 cm
Media: Acrylic on Canvas
Seniman: Ricki Roganda Sitepu (Grup Sarang Tengah)
Deskripsi:
Karya ini merekam hubungan tak terpisahkan antara manusia dan alam sebagai bagian dari identitas, leluhur, dan budaya. Tradisi dan ritual yang menjaga keseimbangan hidup menunjukkan bahwa kemajuan peradaban diukur dari seberapa bijak manusia menjaga alam sekitarnya. Sebagai representasi Surealisme Etnis Kontemporer yang mendalam, lukisan karya Ricki Roganda Sitepu ini menjadi sorotan penting dalam kancah Seni Kontemporer Asia. Karya ini dikurasi secara eksklusif oleh 2madison Gallery, sebuah Galeri Seni Indonesia yang terus mempromosikan narasi warisan budaya di Galeri Jakarta.
Description:
This artwork captures the inseparable relationship between humans and nature as an integral part of identity and ancestry. Through traditions and rituals that maintain the balance of life, it reminds us that true progress is measured by how wisely we protect our environment. A profound example of Contemporary Ethno-Surrealism, this piece by Ricki Roganda Sitepu is a significant highlight of Contemporary art Asia. It is featured at 2madison Gallery, a premier Art Gallery Indonesia and prominent Gallery Jakarta showcasing the richness of cultural heritage.
TENTANG SENIMAN:
Sarang Tengah Art Collective (Surakarta, Bondowoso, Banyuwangi, Surabaya).
Sarang Tengah didirikan pada November 2022 sebagai wujud semangat mahasiswa untuk memiliki ruang berekspresi di luar ranah akademik. Kolektif ini menjadi wadah bagi anggotanya untuk berdiskusi, berkarya, dan mendukung proses kreatif satu sama lain. Sarang Tengah aktif dalam berbagai pameran dan proyek komunitas, mulai dari pameran perdana hingga mural publik, sambil terus mengeksplorasi semangat kolektif dan kreativitas. Kehadirannya menjadi simbol ruang kreatif yang mendukung pertumbuhan dan pembelajaran bersama tanpa kehilangan arah.
Anggota:
-
Abdul Irsyad, seniman yang menggabungkan ingatan personal, budaya pesisir, dan spiritualitas dalam karya visualnya. Ia sering menggunakan pipa yang saling terhubung dan figur bermotor sebagai simbol kebebasan, energi, dan perlawanan. Karyanya telah dipamerkan di Ruwat Rawat (Tuban) dan Kita Orang Blue & White (Malaysia).
-
Hafidh Nur Alfarizi, seniman yang menciptakan lukisan dekoratif dengan figur robot sebagai karakter utama. Karyanya mengeksplorasi perubahan perilaku generasi muda akibat teknologi yang menggeser nilai-nilai budaya timur. Melalui figur robot dan lego yang meniru tradisi, Hafidh menghadirkan kritik sekaligus harapan agar nilai budaya lama tetap dikenali dan dipraktikkan.
-
Imam Bawon, seniman yang memandang seni sebagai medium reflektif dan ekspresi personal. Karyanya menekankan kesadaran ekologis melalui visual yang lahir dari keheningan, menyoroti hubungan manusia dengan alam. Dengan imaji dedaunan, angin, dan kehidupan kecil di bebatuan, Imam mengajak audiens menyadari bahwa menjaga alam adalah rangkaian sikap kecil, bukan aksi monumental, sekaligus menemukan kejujuran dan kemanusiaan dalam kesederhanaan.
-
Ricki Roganda, seniman yang menggunakan seni sebagai medium untuk menyuarakan realitas sosial dan lingkungan yang sering terabaikan. Karya-karyanya ekspresif, menampilkan goresan spontan, tekstur kasar, lapisan warna dinamis, dan komposisi emosional yang menangkap ketegangan antara harapan dan kenyataan, sekaligus membuka ruang dialog tentang hubungan manusia dengan lingkungan dan jejak yang ditinggalkannya.
-
Rusdan Efendi, karyanya berangkat dari pengalaman hidup dan perpindahan ruang. Awalnya, fokusnya banyak menyoroti kehidupan pondok pesantren sebagai sumber nilai dan identitas. Seiring waktu, ia mengeksplorasi tema adaptasi sebagai negosiasi antara nilai lama dan konteks baru. Figur manusia bunglon menjadi metafora visual kemampuan bertransformasi, berbaur, dan menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri.
-
Rizky Romansyah, seniman asal Surakarta yang menampilkan simbol-simbol budaya Jawa, seperti Klono, Punakawan, dan kapal Majapahit, yang dideformasi dan dipadukan dengan elemen kontemporer, menciptakan dialog antara tradisi dan realitas modern.
-
Toad Nur Alim, seniman yang menghadirkan figur boneka bergaya animasi/kartun sebagai simbol nostalgia, emosi, dan kerentanan batin. Karyanya memadukan dunia imajinatif dan refleksi psikologis, merangkai ingatan personal ke dalam bahasa visual yang akrab bagi generasinya.
CULTURE AND NATURE
- Related products
- Recently viewed