Dona Prawita

Rp 17.000.000
SKU:

Tentang Seniman :

Dona Prawita Arissuta adalah seorang perupa lintas medium yang hampir selalu menggunakan medium keramik disetiap karya-karyanya, ia juga berprofesi sebagai staf pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret, Surakarta dan berdomisili di Yogyakarta.

Sudah banyak sekali kegiatan berkesenian seperti pameran, workshop, kompetisi seni rupa di dalam negeri maupun di manca negara yang telah ia ikuti sejak tahun 2001. Saat ini Dona sedang menekuni berbagai macam kerajinan tangan seperti tableware dan perhiasan keramik dengan brand Kalani Art.

 

Tentang Karya :

"Temu Rose #1"

Media  : Stoneware, Glaze, Oxide, Acrylic on canvas, Board.

Size     : 100cm x 100cm

Tahun  : 2021

Dalam karya sequelnya pada pameran kali ini, sang perupa merespon TEMU seperti sebuah filosofi Jawa, TEMU ROSE, sebuah filosofi yang dideskripsikan oleh bentuk urat daun sirih yang saling bertemu dan membentuk sebuah kesamaan bentuk relief urat daun yang simetris bahkan tidak terputus. Filosofi yang dipercaya oleh masyarakat di Jawa dan banyak diterapkan dalam sebuah ritual masyarakat atau tradisi perayaan upacara adat yang membawa makna saling bertemu, mengasihi dan pada akhirnya bersatu merawat berbagai rasa dalam menjalani kehidupan ini.

TEMU diterjemahkan oleh perupa sebagai bentuk kegiatan yang saling selaras, berirama, memiliki kekayaan rasa yang sejatinya dimiliki oleh setiap mahluk hidup ciptaanNya. Kedinamisan konsep TEMU ini menjadi menarik karena sang perupa memvisualisasikannya dengan berbagai macam karakter perempuan yang mewaliki bertemunya berbagai macam perbedaan identitas untuk sebuah misi yang sama yaitu merayakan dan menjaga keselarasan kehidupan.

Figur perempuan yang terbaring, diimajinasikan sebagai Mother of Earth yang memberikan kehidupan dan kasih sayangnya di mana di tubuhnya tumbuh tanaman sirih yang mengelilingi perempuan-perempuan, saling bertemu dan bersinergi.Figure Naga Jawa (Hyang Antaboga) dalam mitologi jawa digambarkan sebagai karakter yang baik, penguasa dunia bawah dan dianggap sebagai penyangga Bumi dan Musang Jawa (Garangan) adalah jelmaan antaboga yang menolong para pandawa dan kunti melarikan diri dari kebakaran. Disini perupa mengibaratkan musang itu sebagai Sang Pelindung.

 

"Temu Rose #2"

Media  : Stoneware, Glaze, Oxide, Acrylic on canvas, Board.

Size     : 100cm x 100cm

Tahun  : 2021

Sang perupa merespon TEMU kali ini seperti sebuah filosofi Jawa TEMU ROSE, sebuah filosofi yang dideskripsikan oleh bentuk urat daun sirih yang saling bertemu dan membentuk sebuah kesamaan bentuk relief urat daun yang simetris bahkan tidak terputus. Filosofi yang dipercaya oleh masyarakat di Jawa dan banyak diterapkan dalam sebuah ritual masyarakat atau tradisi perayaan upacara adat yang membawa makna saling bertemu, mengasihi dan pada akhirnya bersatu merawat berbagai rasa dalam menjalani kehidupan ini.

 TEMU diterjemahkan oleh perupa sebagai bentuk kegiatan yang saling selaras, berirama, memiliki kekayaan rasa yang sejatinya dimiliki oleh setiap mahluk hidup ciptaanNya. Kedinamisan konsep TEMU ini menjadi menarik karena sang perupa memvisualisasikannya dengan berbagai macam karakter perempuan yang mewaliki bertemunya berbagai macam perbedaan identitas untuk sebuah misi yang sama yaitu merayakan dan menjaga keselarasan kehidupan. Obyek Perempuan dapat diartikan sebagai sosok yang memiliki sifat keibuan dan layaknya seorang Ibu ia dikodratkan menjadi sumber kehidupan, pengharapan dan pelindung, sebagai rumah di hati setiap mahluk, Mother of Earth yang bersayap dan menjunjung naga di tangannya yang melambangkan berkah yang melimpah.

Kehidupan dan perbedaan akan selalu mempertemukan semua mahluk, maka lengkaplah cerita TEMU dalam penciptaan karya sang perupa.

 

 

Residensi :

> Antena Project, studio Entang Wiharso, Kalasan Yogyakarta (3 bulan, 2005).

> Nafa’s Residency Indonesia-Malaysia-Singapore, ( 3 bulan, 2013).

> Pulau Ketam International Art Festival, Malaysia. (2 minggu, 2016).

Exhibition :

> Pameran Virtual UOB, 6 febuari 2021

> Pameran “Sejangkauan Tangan”, Ruang Seni Sayap, Cepit, Sewon Bantul, Yogyakarta. 10 Maret
-10 April 2021.

> “The Life of Spices” Art Exhibition International Women's Day  Commemoration, The Phoenix Hotel Yogyakarta M Gallery, 27 maret-9 April 2021.

> Pameran YMMJ (Yayasan Mitra Museum Jakarta) peduli covid 19

> Pameran peduli covid 19 (COLOURS OF HOPE) galeri Artxchange

> Fight covid 19, international Virtual Digital Art Exhibition, ASEDAS
(Asean Digital ArtSocciety), 6 june – 6 sept 2020.

> Bumbon Project 7 “Obah Gumegrah” (Dinas Kebudayaan DIY)

> KSDT 2020 ( Korea Society of Design Trend) Internasional design
trend 2020. Korea Design Centre, Yanghyeon-ro, Bundang-gu,
Gyeonggi-do, Republik Of Korea.

> Pameran dari Rumah (dari rumah menuju Indonesia dan Dunia), Kemenparekraf

> “Ten And Under” (10 artists) SAL Project

> Pameran Daring Solidaritas Perupa Indonesia Lawan Corona (Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan).

> “From The Trenches one Day Less one More Design, Design On Fire, Association of
Catalonia, Barcelona, 2020.

> Manifesto VII “pandemic” Galeri Nasional Indonesia (8Agusuts 2020)

> “Virtue” The 8 TH anniversary of Abdurrahmand Wahid Center for Peace and
Humanities Universitas Indonesia (AWCPH-UI).

> 2020 The 9 Th , Namwon International Ceramic Art Research exhibitation” Namwon Art Centre,
youngjung-gil 1, Namwon-si, jeollabuk-do, South Korea

> Nandur srawung #7 2020 WIWITAN : RESTART!, Taman Budaya Yogyakarta’.

> Pameran Bumbon Project#6, “Nuture” Galari Katamsi ISI Yogyakarta.

> Pameran Seni Rupa Nusantara 2019, “ Kontraksi” Pasca tradisionalisme, Galeri Nasional
Indonesia.

> Pameran “Nguwongke” Kembulan #2, galeri Kali Opak Yogyakarta.

> Pameran Kosen” Bentara Budaya Yogyakarta

> Delapan puluh nan Ampuh (tribute to OHD), NalaRoepa

> Pameran Nandur Srawung #6 Taman Budaya Yogyakarta

> “2019 The eight Namwon International Ceramic Art Research exhibitation” Namwon Art Centre, youngjung-gil 1, Namwon-si, jeollabuk-do, South Korea

> KSDT (Korea Society of Design Trend) Internasional design trend 2019. Korea Design Centre,
Yanghyeon-ro, Bundang-gu, Gyeonggi-do, Republik Of Korea.

> Pameran "Temperature Affect"Seeing Self, Observing Others" Musium Seni Rupa dan Keramik,
Jakarta.

> Pameran Bumbon #4, "Pengilon", Bentara Budaya Yogyakarta

> Pameran kelompok Akar Tumbuh, “Temu Rose”, Green House Yogyakarta.

> Project Bumbon#5, re-racik, bale banjar Sangkring Yogyakarta

> Pameran tunggal “Cosmic Turn” Miracle Art prints Yogyakarta

> KSDT (Korea Society of Design Trend) Internasional design trend 2017. Korea Design Centre,

>Yanghyeon-ro, Bundang-gu, Gyeonggi-do, Republik Of Korea.
Pameran Senirupa Affordable Art Fair, F1 Pit stop, Singapura. With Art Exchange Gallery.

> Lost &Found, Bumbon Project #3, Art Merdeka, pararel event Biennale Jogja
Pameran Nandur Srawung, Budaya Jogja, budaya adiluhung, Taman Budaya Yogyakarta.

> Pameran "Ilang Semar" Bentara Budaya Yogyakarta.
Pameran #Purba", drawing, miracle Print, Yogyakarta.

> Pameran "Kecil itu Indah, After Edwin gallery" Miracle Print, Yogyakarta.

> Pameran Nusantara "Rest-Area", Galeri Nasional, Jakarta.

> Pameran bersama "jalan dua pekan" Bentara Budaya Yogyakarta.

> Pameran Bumbon project #2, Balai banjar, Sankring Art Space

> Pameran Whart Art Now, galery Art Exchange, Singapura.

> KSDT (Korea Society of Design Trend) Internasional design trend 2016, Korea Design Center,

> Yanghyeon-ro, Bundang-gu, Gyeonggi-do, Republik Of Korea.

> Pameran “Green Cicle’ gedung Alumni UNS, Surakarta

> Pameran ceramic “ Celcius 2016” USM, malaysia

> Pameran bazaar art Indonesia, The Ritz Carlton pacific place, jakarta, Agustus 2016

> Pameran "whart Now? Jogja gallery, 15-29 september 2016

> Pameran "wart Now" gallery Prima, balai berita , kuala lumpur Malaysia, 12-23 Oktober 2016

> Pameran “Urip mung mampir ngombe” Langit Art Space, Yogyakarta

> Pameran “Matja” Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-33, Jogja National Museum, 27-30 Juli 2015

> Pameran Seni Rupa “ Yogyakarta Renaissance, Sehari boleh gila” Galeri Tahun Mas,
Yogyakarta 2014

> Pameran keramik “membaca Bayat” PPKH Bulak Sumur UGM, Yogyakarta

> Pameran Seni Rupa DELAYOTA, Plaza Taman Sari Yogyakarta.

 > Pameran Nafa's Residency Cycle#2, Langgeng Art Foundation, Yogyakarta

> Pameran Alumni dan Jurusan Keramik ISI Yogyakarta “ Vacuum Cleaner”, Bentara Budaya, Yogyakarta

> Pameran 40 tahun Indonesia-Korea, Cassablanca, Jakarta

> Pameran “ Picturing Pictures”, Meseum Hong Chi Minh, Vietnam

> “Multeity in Unity” with Art Xchange Gallery, ION Art Gallery Singapore
> Pengajar Seni rupa, Galeri Nasional Jakarta.

> Pameran ART JOG 2013, “Maritime Culture” Taman Budaya Yogyakarta

> Pameran Nafa’s Residency Cycle#2, China-House in Penang Art Space I & II, Galeri Chandan @ Publika (25 july – 23 Agustus 2013).

> Pameran “Sahabat Kartika” musium Affandi

> Pameran “Dolanan #2#” Jogja National Museum, Yogyakarta
(S)MALLSERIES #2#, IAM (Independent Art Management),Yogyakarta

> Jakarta Biennale ke-14 (3 -15 Januari), mall Central Park, Jakarta.

> Pameran Seni rupa “Kembar Mayang” (6 April- 6 Mei 2012) Musium Haji Widayat, Mungkid Magelang.

> Pameran Perkumpulan Kebudayaan TRITURA , Taman Ismail Marzuki.

> Pameran Keramik, Museum Lukisan dan Keramik Jakarta

> “Origin of the World” , The Art House (at the Old Parliament) Singapore.

> “Diversity” Art Xchange Gallery Singapore.

> “kARTini: the power of women in art” Purna Budaya, Yogyakarta.

> “Tribute To Salvador Dali” Art Xchange Gallery Singapore.

> “Beastly of Indonesian Cotemporary art 2011” Cemeti Art House, Yogyakarta.

> “Ketika Tanah Berbicara” Bentara Budaya Yogyakarta

>“Beastly of Indonesian Cotemporary art 2011” organished by Cemeti Art Foundation in Salihara Gallery, Jakarta.

> “Cotemporary Ceramics Bienalle#1, Ceramic Art: In Between” Art Nort Space, Jakarta.

> “Inventory” Pesantren Kali Opak, Yogyakarta.

> “Woman Artis Carnival”, Orasis Gallery and House of Sampoerna, Surabaya.

> “Ilustration KOMPAS New paper 2009” Bentara Budaya, Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Malang, Bali.

> Exhibition “ Young sculpture competition ICC Pandaan, Surabaya.

> “Here, There and Everywhere” Ars Longa Jakarta.

> “ Art Vocacy” Galangan Kapal VOC, Jakarta.

> “Cotemporary Ceramics Bienalle#1, Ceramic Art: In Between” Art Nort Space, Jakarta.

> “Inventory” Pesantren Kali Opak, Yogyakarta.

> “Woman Artis Carnival”, Orasis Gallery and House of Sampoerna, Surabaya.

> “Ilustration KOMPAS New paper 2009” Bentara Budaya, Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Malang, Bali.

> Exhibition “ Young sculpture competition ICC Pandaan, Surabaya.

> “Here, There and Everywhere” Ars Longa Jakarta.

> “ Art Vocacy” Galangan Kapal VOC, Jakarta.


Customer Reviews

No reviews yet
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)