Doub(t)ling

Rp 11.500.000
SKU: ART-KKN-0001426383

Tentang Seniman

Kenny Hartanto, lahir di Surabaya 05 Juni 1997. Menjalani pendidikan di program studi Desain dan Manajemen Produk, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Surabaya dan lulus pada tahun 2020. Saat ini Ia bekerja sebagai tenaga pendidik / Dosen Fakultas Industri Kreatif, Program Studi Desain Produk, Universitas Surabaya.

Teknik menggambar dan melukis Ia dapatkan secara otodidak dan mengikuti beberapa program kursus dengan beberapa Seniman antara lain Edie Supriyanto (Malang) dan Ristyo Eko Hartanto (Bandung). Program kursus saya ikuti mulai sejak duduk pada bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Beberapa karya yang saya buat dalam beberapa akhir ini menggunakan media ballpoint dan pensil grafit di atas kertas. Karya-larya tersebut secara garis besar dibagi menjadi dua, yang pertama adalah karya portrait tokoh-tokoh Indonesia yang berpengaruh dalam kekaryaan saya dan karya dengan gagagasan sendiri. Saat ini saya berkarya, bekerja sebagai pengajar dan berdomisili di Kota Surabaya, Jawa Timur.

 

Tentang Karya

Judul        : DOUB(T)LING

Ukuran    : 100 x 100cm

Media      : Pencil on Paper

Tahun      : 2021

Karya “Doub(t)ling” adalah sebuah ekserimen terhadap teknik kekaryaannya selama berkarya. Beberapa karya yang ia buat beberapa waktu ini memanfaatkan olah fotografi yang kemudian dari hasil foto itu disadurnya di atas media karya seni yang akan dibuat. Teknik menyadur merupakan salah satu metode dalam proses pembuatan karya seni dua dimensi, khususnya membantu seniman dalam membuat karya di atas media yang besar dan perlu bantuan atau panduan agar objek lukisan yang dibuat menyerupai dengan acuan seniman.

Meskipun teknik menyadur adalah suatu metode dalam proses berkarya dan saya melakukan itu, ia merasa gelisah ketika membuat sebuah karya dengan teknik sadur. Kegelisahan ini karena diluar gagasan ide terhadap karya itu, rasa ketidakjujuran dalam berkarya hinggap dalam pikiran dan menganggu. Tidak jujur ini dalam arti, sang seniman merasa tidak bisa menggambar tanpa bantuan, dan itu berpengaruh ketika dihadapkan pada situasi dimana ia harus membuat karya gambar/lukisan tanpa menyadur. Membuat gambar/lukisan tanpa menyadur, baginya itu adalah waktu yang sangat menyiksa, bisikan-bisikan negatif menganggu untuk tidak melanjutkan gambar/lukisan yang dibuatnya. Hal itu, menimbulkan kesimpulan dalam dirinya, bahwa keadaaan ini tidak menunjukkan ekspresi jiwa, karena harus dituntun menurut apa yang ditangkap oleh hasil fotografi.

Akhirnya keberanian untuk menggambar tanpa bantuan menyadur tereksekusi pada karya ini, dituangkannya sebagai pembuktian bahwa kegelisannya harus menjadi motivasi untuknya berkarya. Ia membuat buat dua figur cerminan dirinya sendiri yang saling berhadapan. Figur pertama sebelah kanan, dibuat dengan teknik menyadur, dan figur satu lagi di sebelah kiri nya dibuat tanpa bantuan menyadur. Sebuah perbandingan pun terproyeksikan.  Karya ini adalah sebuah cerminan satu manusia yang memiliki dua sisi, satu sisi adalah hal yang ingin ditunjukkan kepada orang banyak, dan satu sisi adalah keresahan atau ketakutan dalam diri yang mengganggu, khususnya dalam proses kekaryaan sang seniman. Secara teknik sudah barang tentu akan menceritakan hasilnya.

Customer Reviews

No reviews yet
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)