SKU:

Tentang Seniman :

Krishna Kastubi, Seniman rupa aksara dan tipografi. Menggambar tulisan menulis gambaran sejak 2012

Tentang Karya :

Mengangkat lakon Kesatria Kemarau dan Putri Penghujan dari epos Legenda Ragamaya. Kesatria Kemarau dan Putri Penghujan adalah sepasang kekasih, manifestasi fisik dari dua sisi. Sang Maha Semesta yang ditakdirkan untuk terpisah mengarungi jagat Ragamaya, tidak akan bisa saling bertemu lagi sampai nanti di suatu saat di akhir zaman. Karya ini mengambil beberapa bait terakhir dari puisi yang mereka utarakan ketika mengetahui bahwa jalan takdir mereka sudah permanen.

Berikut adalah puisinya:

Kami rela takdir semesta
‘Tuk terbatas cakrawala
Hingga akhir waktu
Ketika lepas rindu
Ketika dua jadi satu
Sampai saat itu nanti
Izinkan kami untuk bisa bertemu
Meski di dalam hati

Puisi tersebut ditujukan kepada Sang Maha Semesta, sebuah permohonan agar mereka tetap bisa bertemu meskipun hanya di dalam hati. Dan lahirlah judul karya ini, Bertemu di Dalam Hati. Lakon ini menggambarkan keberanian dan kegigihan dalam mempertahankan/menjaga hubungan, terutama komunikasi. Berkaitan dengan kondisi aktual, di era pandemi ini berkomunikasi atau “bertemu” pun masih bisa tetap dilakukan dan dijaga asalkan kita mau dan berani menggunakan media baru.

Visual

Fokus utama terletak pada puisi. Maka dari itu, karya ini mengedepankan seni rupa aksara (lettering) dengan gaya desain vintage dengan elemen-elemen art nouveau dan permainan tekstur. Disertakan juga ilustrasi dari sang Kesatria Kemarau dan Putri Penghujan sebagai elemen pendukung. Kombinasi warna dijaga untuk tetap minimalis agar tidak overpowering detail keseluruhan, namun bisa tetap vibrant untuk menyesuaikan dengan bahasa warna dari 2madison. Teknik Media cat akrilik dan tinta di atas medium kanvas 1x1 meter.



Customer Reviews

No reviews yet
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)