{"product_id":"neo-expressionism-garden-of-eden-reydo-respati-contemporary-art-indonesia","title":"Garden of Eden Before 3 P.M","description":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eTENTANG KARYA :\u003c\/strong\u003e\u003c\/p\u003e\n\u003cp\u003eJudul Karya      : Garden of Eden Before 3 P.M (2024)\u003cbr\u003eUkuran Karya   : \u003cmeta charset=\"utf-8\"\u003e109 x 79 cm\u003cbr\u003eMaterial            : \u003cmeta charset=\"utf-8\"\u003eMix Media On Paper\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eDeskripsi:\u003cbr\u003e\u003cmeta charset=\"utf-8\"\u003eTerinspirasi dari narasi biblika yang ditafsir ulang oleh para seniman, Garden of Eden Before 3 P.M mengisahkan asumsi tentang keadaan Adam dan Hawa sebelum digoda oleh ular untuk memakan buah terlarang yang melambangkan pengetahuan. Karya ini menjadi simbol manusia sebagai sosok yang pada dasarnya polos dan tak berdosa, sekaligus pengingat akan konsekuensi dari setiap pilihan dan tindakan yang diambil. Dalam pendekatan Neo-Ekspresionisme, “Garden of Eden Before 3 P.M” menghadirkan tafsir visual narasi biblika yang memikat. Karya ini menonjol dalam Seni Kontemporer Indonesia, menggambarkan Adam dan Hawa sebagai figur polos dan tak berdosa, sekaligus menyiratkan konsekuensi dari setiap pilihan. Sebagai bagian dari Gallery Jakarta, lukisan ini juga relevan dalam ranah Seni Terjangkau Asia, menawarkan kualitas artistik dengan pesan mendalam yang mudah diakses kolektor.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\u003cspan\u003eDescription:\u003cbr\u003e\u003cmeta charset=\"utf-8\"\u003eInspired by biblical narratives reinterpreted by artists, Garden of Eden Before 3 P.M tells the story of the presumed state of Adam and Eve before being tempted by the serpent to eat the forbidden fruit, which symbolizes knowledge. This work serves as a symbol of human beings as inherently innocent figures, as well as a reminder of the consequences that come with every choice and action taken. Executed in a Neo-Expressionism Art style, “Garden of Eden Before 3 P.M” presents a compelling visual interpretation of a biblical narrative. Positioned within Contemporary art Indonesia, the work portrays Adam and Eve as inherently innocent figures while symbolizing the consequences of human choices. As part of Art Gallery Jakarta, it also resonates in the Affordable art Asia market, offering accessible yet profound artistic value.\u003cbr\u003e\u003c\/span\u003e\u003c\/p\u003e\n\u003cp dir=\"ltr\"\u003e\u003cbr\u003e\u003cstrong\u003eTENTANG SENIMAN :\u003c\/strong\u003e\u003c\/p\u003e\n\u003cp dir=\"ltr\"\u003e\u003cmeta charset=\"utf-8\"\u003eReydo Respati (1989) adalah seorang dosen dan visual artist yang berdomisil di Jakarta. Memperoleh gelar magister desain dari Institut Teknologi Bandung. Karya-karyanya merupakan eksplorasi elemen dasar rupa dan cara ungkap bahasa visual merespon isu keseharian dengan pendekatan ekspresif. Sejak 2015 telah berpartisipasi di berbagai pameran baik sebagai kolektif maupun individu. Melalui karya visual Reydo menemukan ruang dan waktu untuk berkontemplasi memahami diri dan sekitarnya. Bagi Reydo seni menjadi medium untuk mengembangkan potensi diri, mengasah kepekaan, dan mempererat interaksi sosial.\u003c\/p\u003e","brand":"Reydo Respati","offers":[{"title":"Default Title","offer_id":48142479655229,"sku":"ART-REY-0078359254","price":24000000.0,"currency_code":"IDR","in_stock":true}],"thumbnail_url":"\/\/cdn.shopify.com\/s\/files\/1\/0026\/9719\/9681\/files\/neo-expressionism-garden-of-eden-reydo-respati.png?v=1772517366","url":"https:\/\/www.2madison.com\/products\/neo-expressionism-garden-of-eden-reydo-respati-contemporary-art-indonesia","provider":"2madison.com","version":"1.0","type":"link"}