Nirbatas

Rp 8.000.000
SKU: ART-CFA-0001475786
Size: 100 x 100 cm
Year: 2021

Tentang Karya:

Adalah dunia, yang tak berbatas.

Dalam ruang minda yang luas pada imaji kita.

Bermimpilah, muliamu ada pada imaji citra yang kau pilih untuk melihatnya.

Mimpi adalah suatu hal yang dapat diajukan oleh siapapun, dan kapanpun.

Nirbatas bercerita tentang pencarian seseorang, yang terpesona menemukan kenyataan baru, di tengah perjalanannya. Banyak hal yang tak terduga, merasuk ke ragam stimulinya. Kesadaran akan jati diri adalah berkah yang dapat meluaskan makna dan nilai kehidupan kita. Pandangan kita pun boleh berbeda. Hal itu yang mampu membuat ragam atas kehadiran masing-masing diri kita dalam semesta.

Penanda makna yang sifatnya intrinsik atau konotatif, yang divisualkan lewat elemen-elemen terdapat pada lukisan ini. Visual utama pada “Nirbatas” adalah seorang perempuan dengan kacamata optometri, yang mana kacamata tersebut memperjelas pandangan ruang imajinya yang tadinya sempat terlihat kabur. Terdoronglah ia dari dunianya untuk masuk ke dalam dunia nirbatas.

Terdapat pula imaji bunga kamboja, imaji bentuk bunga tulip yang dikombinasikan dengan buah pinus, kincung atau kecombrang, dan asparagus, yang mengimajinasikan tentang alam yang unik, di dalamnya terdapat rasa, dan bentuk. Imaji tanah berlubang sebagai makna keingin tahuan atau kehati-hatian. Dedaunan, binatang kecil, awan, gunung, objek benda yang melayang, hingga bintang-bintang merupakan penanda alam yang terbentang yang meliputi kita, manusia. Elemen garis yang dipakai sangat bervariasi, sesuai dengan nada gerak dan rasa dari pesona imaji yang didapat pada saat melukiskan karya ini.

Hitam dan putih menjadi pilihan, karena di dalam hitam, sebagai menyerap spektrum warna, membuat kita seakan tidak bisa melihat warna. Sedangkan putih, yang merupakan gabungan dari segala rupa warna, namun pada mata telanjang kita tetap tidak melihat warna itu, jika tidak diperlihatkan secara eksplisit. Maka hitam dan putih merupakah ruang imaji kebebasan bagi yang melihat karya ini, hitam, putih, dan yang ada di antaranya mempersilahkan kita untuk menentukan pada imaji kita sendiri warna apa yang ada, dan diharapkan imaji tersebut dapat dilontarkan pula untuk kita bagi pada dunia.

 

Tentang Seniman:

Citra Fadillah terlahir dengan mewarisi darah seni dari Ibunya, yang merupakan salah satu tokoh dan aktivis kesusastraan Riau. Sedari kecil, wanita yang akrab dipanggil Caca ini sudah menggeluti dan berprestasi dalam berbagai bidang kesenian, dari sastra, seni musik, hingga seni rupa. Lulus dari SMA Cendana Rumbai, Caca menyadari panggilannya di dunia desain, dan memilih berkuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual Bina Nusantara University.

Tahun-tahun perkuliahan dipenuhi dengan kegiatan akademik dan hobinya, seperti foto, musik dan fashion design. Sempat terjun sebagai Graphic Designer di industri advertising, kemudian mendapat kesempatan untuk bergabung kedalam tim Barli Asmara.

Hingga akhirnya memutuskan untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang Magister Desain, dan menemukan panggilannya untuk berbagi ilmu sebagai dosen DKV di BINUS Jakarta. Selama masanya mengajar, hingga mendapatkan penempatan di BINUS Bandung, Caca aktif dalam bidang fotografi, hingga pada tahun 2018, bergabung sebagai tim dalam komunitas fotografi, InstaSunda. Fotografi sebagai seni memiliki pengaruh yang besar pada dirinya. Setelah bertahun-tahun menekuni pengalaman di bidang fotografi, terlahirlah hasrat untuk membuat karya seni hibrida, yang menangkap dan mengikat berbagai elemen foto, sastra, rupa, dan semiotika kedalam sebuah wadah.

 

Customer Reviews

No reviews yet
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)