Private Space

By Elisa Faustina

ART-ELI-0001303075

Dinamika urban yang riuh membuat kita kehilangan momen manusiawi: sekejap senyap, yang didedikasikan untuk diri sendiri. Saat meditatif, di mana jiwa kita dapat berkomunikasi secara intim dalam keutuhan interpersonal. Menghargai keindahan dan keunikan dari tiap individu. Merawat segenap luka dan trauma, pengalaman yang menjadikan diri ini ada saat ini.
Kita menghormati diri sendiri dengan membiarkan identitas kita ada. Setiap gerakan (movement), kebaruan, inovasi, dan dedikasi; daya juang, muncul dari orang-orang yang menghormati diri sendiri. Dalam penghormatan, muncul pengenalan dan pemahaman yang berlanjut pada proses aktualisasi.
Dalam dinamika, ironisnya kita melebur, menjadi sama dengan orang lain. Menjadi gumpalan yang kehilangan identitas, empty vessels. Membentuk paradoks. Mengaburkan mimpi dan semangat menjadi sebatas imajinasi tak tergapai.
Individu digambarkan sebagai alam semesta. Dengan pernyataan saintifik bahwa sel otak/ neuron (sebagai simbol pola sifat/identitas individu) memiliki struktur dan susunan yang sama dengan alam semesta. Dan tiap alam semesta, dalam teori multiverse, memiliki probabilitas kenyataan tanpa batas. Setiap kenyataan parallel adalah unik. Sejatinya sama dengan kondisi jiwa secara
kolektif.
“Private Space” mengajak kita semua bernapas sesaat. Apakah sudah cukup ruang dan waktu (space) yang kita berikan untuk diri kita? Momen dan pengalaman retrospektif untuk memanusiakan kembali jiwa kita.

Customer Reviews

No reviews yet
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)

Related Items