Silence is Not Gold

By Uncle Joy

ART-UNJ-0001303069

Sebagai pendatang yang menetap di Bali, melihat perkembangan, pembangunan yang sangat cepat sekali. Menimbulkan kegelisahan dengan dua sisi yang berbeda. Menerima dan menolak, mehidupan traditional yang berkesan hanya menjadi komoditi pariwisata saja.
Melihat gejolak orang bali yang hidup di jaman modern dengan nilai nilai budaya tradisi nya menghadapi perubahan yang sangat cepat dan tidak terelakkan ini, tidak pernah bahkan jarang diangkat atau disebutkan ke khalayak banyak. Menjadi diam, atau dipaksa menerima keadaannya menjadi pilihan satu satunya. Karena pergeseran berjalan dengan cepat dan tak terkendali. Dan diam menjadi pilihan satu-satunya yang tak bisa dihindari, berkesan menikmati tapi lebih ke melingkari.
Lukisan ini saya buat awal tahun 2018, setelah saya mengikuti pameran grup di salah satu galeri di Denpasar. Sebagai orang dari luar Bali yang ber istrikan orang Bali, saya melihat perubahaan kebudayaan, kehidupan yang sangat sangat cepat. Terutama di daerah Kutam Jimbaran, Seminyak, Canggu dan imbasnya ke beberapa daerah di sekitar Bali. Pembangunan hotal, restauran, gedung perkantoran yang cukup ekstrem ini, ingin saya rekap dengan sisi pandangan dari seorng pendatang. Mencoba menangkap dengan segala keramaian yang terjadi saat ini, mesin-mesin pembangunan, kepadatan jalanan, upacara tradisi, dan pemandangan alam yang masih sedikit tersisa.
Dengan dasar street art, lukisan ini menggunakan bermacam-macam media, spray paint, amrker, pensil dan acrylic.

Customer Reviews

No reviews yet
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)

Related Items