This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Cart 0

Congratulations! Your order qualifies for free shipping You are Rp 200 away from free shipping.
No more products available for purchase

Products
Pair with
Is this a gift?
Subtotal Free
Shipping, taxes, and discount codes are calculated at checkout

SILENT GRAVITY #2


SKU: ART-ZKR-00016012571
Rp 35,000,000

TENTANG KARYA:

Judul Karya: Silent Gravity #2 (2026)
Ukuran:  81 x 68 cm
Media: Acrylic On Canvas
Nama Seniman: Zulkarnaini Rustam (Padang)

Deskripsi:

Silent Gravity #2 menggambarkan kehidupan sebagai jaringan hubungan antarmanusia yang memiliki karakter, pengalaman, dan perjalanan berbeda, tetapi tetap hidup dalam ruang yang sama. Lingkaran, bidang, garis, dan lapisan warna menjadi simbol keberagaman serta keterhubungan, sementara gravitasi melambangkan daya tarik kemanusiaan, seperti empati, cinta, tanggung jawab, dan konflik. Melalui karya ini, seniman mengajak kita menyadari bahwa setiap orang saling memengaruhi dan dipengaruhi oleh keberadaan orang lain.

Description:

Silent Gravity #2 portrays life as a network of human connections, where each individual has different characteristics, experiences, and journeys, yet continues to exist within the same shared space. Circles, shapes, lines, and layers of color symbolize diversity and interconnectedness, while gravity represents the forces that draw people together, such as empathy, love, responsibility, and conflict. Through this artwork, the artist invites us to recognize that everyone influences and is influenced by the presence of others.


TENTANG SENIMAN:

Zulkarnaini Rustam, seniman asal Padang, Sumatera Barat, lahir pada 1 Januari 1969. Ia dikenal melalui eksplorasi visual yang mengangkat konsep perspektif dan ruang dalam bentuk karya seni rupa abstrak-geometris. Pada 1996, ia menyelesaikan pendidikan seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, yang menjadi landasan penting dalam perkembangan gaya dan pemikiran artistiknya. Dalam praktik berkaryanya, ia berfokus pada reinterpretasi ruang, teknologi, dan spiritualitas melalui sudut pandang yang khas, dengan menghadirkan keseimbangan antara kesederhanaan dan kompleksitas. Permainan warna, gelap-terang, serta garis-garis tajam menjadi elemen penting dalam membangun ilusi visual dan kedalaman pada karyanya, sekaligus menjadi medium untuk mengolah rasa dan emosi. Melalui karya-karyanya, ia merefleksikan optimisme, rasa syukur, serta upaya memahami hal-hal yang benar-benar penting dalam kehidupan, menemukan makna dan arah di tengah kompleksitas dunia.

Riwayat Pameran:

1993

  • “Seni Rupa Dies Natalis #IX ISI” — Yogyakarta.

  • “Festival Kesenian Yogyakarta #V” — Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

1994

  • “Pratisara Affandi Adikarya” — Purna Budaya, Yogyakarta.

  • “Pelukis Muda” — Purna Budaya, Yogyakarta.

  • “McDonald ASRI Prize” — Purna Budaya, Yogyakarta.

  • “Festival Kesenian Yogyakarta #VI” — Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

1995

  • “Pameran Keliling IAA #II” — Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya & Denpasar.

  • “Kelompok Spirit ’90” — Taman Budaya, Denpasar, Bali.

  • “Seni Rupa & Benda Islami” — Muktamar Muhammadiyah #43, Banda Aceh.

  • “Pekan Budaya Islam” — Universitas As-Syafi’iyah, Jakarta.

  • “Seni Rupa Kelompok Sakato #I” — Purna Budaya, Yogyakarta.

1996

  • “Dialog Dua Kota” — TIM, Jakarta.

  • “FKY #VII” — Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

1997

  • “IAA #IV” — Museum Agung Rai, Ubud, Bali dan Museum Bhakti Pertiwi, TMII, Jakarta.

  • “Syawalan” — Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

  • “Spirit ’90” — Purna Budaya, Yogyakarta.

  • “Festival Kesenian Yogyakarta #VIII” — Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

  • “Jambore Seni Rupa #II” — Galeri Pasar Seni Jaya Ancol, Jakarta.

  • “Seni Rupa Kelompok Sakato #II” — Purna Budaya, Yogyakarta.

1998

  • “Pameran Lukisan Finalis ASEAN Art Awards 1994–1997” — Mall Taman Anggrek, Jakarta.

  • “Indonesian Art Awards V” — Galeri Nasional, Jakarta.

1999

  • “Seni Rupa Sanggar Sakato III” — Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

  • “Beber Seni” — Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

2000

  • “20 Perupa Sumatera Barat” — Hotel Ciputra, Jakarta.

  • “Festival Seni Budaya Minang” — TIM, Jakarta.

  • “Indonesian Art Awards VII” — Galeri Nasional, Jakarta.

  • “Semangat Kebersamaan” — Kelompok Semoet #I, Purna Budaya, Yogyakarta.

2001

  • “Indonesian Art Awards VIII” — Galeri Nasional, Jakarta.

  • “DBD, DLD” — Galanggang Seni Sakato, Purna Budaya, Yogyakarta.

2002

  • “Festival Seni Budaya HUT Muhammadiyah” — Yogyakarta.

  • “Spirit ’90” — Taman Budaya, Yogyakarta.

  • “ASEAN Art Awards 2002” — Bali dan Jakarta.

2003

  • “Festival Seni Rupa Islam Nusantara” — Museum Istiqlal, Jakarta.

  • “Kelompok Sakato” — Gallery Langgeng, Magelang.

  • “Indofood Art Award” — Jakarta dan Bali.

2004

  • “Menimbang Tradisi” — Perupa Minang, Galeri Nasional, Jakarta.

2005

  • “Re-Reading Landschap” — Nadi Galeri, Jakarta.

  • “Open View” — Biasa Art Space, Denpasar, Bali.

  • “Rembulan Putih Indonesia Raya” — Forum Fuladonga #1 Happening Art, Taman Budaya, Sulawesi Tengah.

  • “The Survivors of Spirit” — FM Cafe, Yogyakarta.

2006

  • “An Approach to Indonesian Contemporary Art” — Biasa Art Space, Bali.

  • “The Gate: Pre Discourse” — Galeri Semar, Malang.

  • “Genta+” — Biasa Art Space, Denpasar, Bali.

  • “Indonesian Contemporary Art” — Langgeng Gallery, Magelang.

2007

  • “Art-Vertising” — Galeri Nasional, Jakarta.

  • “Sense of Balance” — IGA Gallery, Jakarta.

  • “Post Calligraphy” — Jogja Gallery, Yogyakarta.

  • “Common Grounds” — Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

2008

  • “Manifesto” — Galeri Nasional, Jakarta.

  • “Lampu Merah” — Kelompok Semoet, IGA Gallery, Jakarta.

  • “4Leap” — Biasa Art Space, Denpasar, Bali.

  • “Indonesian Invasion” — SinSin Gallery, Hong Kong.

2009

  • “Exposigns” — Jogja Expo Center, Yogyakarta.

  • “Contemporary Islamic Art” — Ritz Carlton, Jakarta.

  • “Up and Hope” — D’peak Gallery, Jakarta.

  • “Borderless World” — Srisasanti-Taman Budaya, Yogyakarta.

  • “I Report, I Decide” — Tujuh Bintang Art Space, Yogyakarta.

2010

  • “Bakaba #1” — Jogja National Museum, Yogyakarta.

  • “Reflection of Megacities” — JAA, North Art Space, Jakarta.

  • “Jogja Memang Istimewa” — Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, Yogyakarta.

  • “Sign & After” — Lawangwangi Art Space, Bandung.

  • “Hiperlinks” — Biasa Art Space, Denpasar, Bali.

2011

  • “City of West” — Green Artspace, Jakarta.

  • “Islamic Art Contemporary” — Galeri Nasional, Jakarta.

  • “Dusta Suci” — Santrian Gallery, Denpasar.

2012

  • “Bakaba #2, Antara Pintu dan Halaman” — Sangkring Art Space, Yogyakarta.

  • “Karya Sang Juara” — Galeri Nasional, Jakarta.

  • “Kembar Mayang” — Museum Widayat, Magelang.

  • “Festival Internasional Borobudur” — Museum Widayat, Magelang.

2013

  • “Emosi dan Rasa” — Go Art Space, Surabaya.

  • “UOB Painting of the Year 2013” — UOB Plaza, Jakarta.

2014

  • “Bakaba #3, Kini” — Sakato Art Community, Jogja Gallery, Yogyakarta.

2015

  • “Keajaiban Kecil” — Sicincinica.com, Nalarrupa, Yogyakarta.

  • “Bakaba #4, Randang dan Rendang” — Sakato Art Community, Jogja Gallery, Yogyakarta.

2016

  • “Sapiens Free” — OHD Museum, Magelang.

  • “Mandiri Sahabat Negeri, Mandiri Art Charity” — Grha Bimasena, Jakarta.

  • “Bakaba #5, Cadiak Pandai” — Sakato Art Community, Jogja Gallery, Yogyakarta.

  • “Gambar dan Alam Benda Lainnya” — MDTL, Yogyakarta.

2017

  • “Seni & Politik, Kepada Republik #3” — Lobby Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta.

  • “Indonesia” Bakaba #6 (SAC) — Jogja Gallery, Yogyakarta.

  • “Penanda” — Amaro Artist Space, Yogyakarta.

2018

  • “Zaman Now, Bakaba #7” (SAC) — Jogja Gallery, Yogyakarta.

  • “Bricolage” — d-gallery, Jakarta.

  • “6, Group Exhibition” — Art Central & Sinsin Fine Art, Hong Kong.

  • “Pause to Reflect” — Amaro Artist Space, Yogyakarta.

2019

  • “Bebas” (SAC) — Jogja Gallery, Yogyakarta.

2022

  • “Noise” Bakaba #8 (SAC) — Sarang Building II, Yogyakarta.

  • “Prokes” — Gedung Sekretariat Sakato, Yogyakarta.

  • “Alua jo Patuik” Tambo #5 — GOR Khatib Sulaiman, Padangpanjang.

2024

  • “MANTAGI RUPA” (SAC) — Sarang Building II, Yogyakarta.

  • “BALISTIK24” — Art Project RuangDalam Art House + Jogja Gallery.

  • “Diversity Chapter #3” — Teh Villa Gallery, Surabaya.

2025

  • “GTJB” (SAC) — OHD Museum, Magelang.

  • “Art Jakarta Garden” — Hutan Kota by Plataran, Jakarta.

2026

  • “Art Jakarta Garden” — Hutan Kota by Plataran, Jakarta.

[{"variant_id":"53127045349693" , "metafield_value":""}]

SILENT GRAVITY #2

Rp 35,000,000